KenapaKita Selalu Tertimpa Cobaan? Kesulitan ekonomi, dilanda sakit, putus hubungan atau banyak cobaan lain, sering memnuat banyak orang putus asa. Bahkan banyak orang yang mengeluhkan cobaan yang selalu datang silih berganti tanpa henti. BukhariNo. 1 dan Muslim No. 1907) Sejak seseorang memutuskan untuk berhijrah, setiap harinya ujian demi ujian datang mencoba untuk menggugurkan niat hijrah kita. Ada banyak orang yang kaya, kemudian ia berhijrah. Allah jadikan hidupnya sederhana. Orang-orang mungkin akan menganggap bahwa si fulan menjadi miskin setelah berhijrah. Yupsyang namanya cobaan memang selalu datang silih berganti yg membawa penderitaan bagi diri kita. Sebenarnya ini hanyalah masalah mindset, jadi artinya gimana kita setting pikiran kita sendiri. Selalu alihkan pandangan kita saat menghadapi suatu masalah dengan energi postif. kenapasih cobaan selalu datang silih berganti.,,, sedih bunda q harus gmn? Vay Tiền Nhanh Ggads. — Kesulitan ekonomi, sakit, putus hubungan atau banyak cobaan lain, seringkali membuat orang berputus asa. Tidak sedikit orang, bahkan mengeluhkan seakan cobaan datang silih berganti tanpa henti dalam kehidupannya. Dilansir dari Elbalad, Anggota Fatwa di Dar Ifta Mesir, Dr Abdullah Al Ajmi mengatakan, prinsip dasar dalam kehidupan seseorang adalah cobaan. Jika tidak merasakan hal itu, maka seakan penciptaan Tuhan adalah sia-sia. Allah SWT berfirman أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَٰكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْكَرِيمِ Artinya “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main saja, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?. Maka Mahatinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang mulia.” QS Al Muminun ayat 115-116. Ayat ini menjelaskan, Allah SWT memberikan cobaan, larangan dan perintah, semata-mata untuk membedakan Muslim yang baik dari yang buruk. “Bahwa tujuan penderitaan adalah untuk menunjukkan yang jahat dari yang saleh dan yang durhaka dari mukmin,” jelas Dr Abdullah Al Ajmi sembari mengutip ayat Alquran surat Shad ayat 27-28 وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاۤءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۗذٰلِكَ ظَنُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنَ النَّارِۗ اَمْ نَجْعَلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَالْمُفْسِدِيْنَ فِى الْاَرْضِۖ اَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِيْنَ كَالْفُجَّارِ Artinya “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?.” Abdullah Al Ajmi menyebut, perbedaan tidak akan muncul kecuali dengan ujian, seperti ujian yang diberikan kepada siswa, agar mengetahui perbedaan antara yang unggul, yang lemah, dan yang rata-rata. Allah SWT berfirman ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ Artinya “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Mahapengampun.” QS Al Mulk ayat 2. Doa terkena musibah Dari Abdullah bin Umar, dia berkata bahwa di antara doa Rasulullah SAW adalah sebagai berikut اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ Latin "Alloohumma innii a'uddzu bika min zawaali ni'matik, wa tahawwuli 'aafiyatik, wa fujaa 'ati niqmatik, wa jamii'i sakhotik." Artinya "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu." HR Muslim. Sumber elbalad BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini Semua orang pasti pernah merasakan sesuatu yang tidak diinginkan, kita menyebutnya cobaan, masalah, atau ujian dari Allah. Cobaan atau masalah adalah salah satu ciri dunia yang tidak akan pernah hilang, ia hanya berganti rupa dan waktu. Siapapun yang namanya masih hidup di bumi ini pasti akan menghadapi masalah, karena masalah ada di mana-mana, mulai dari kolong jembatan sampai istana, dirumah hingga di tempat kerja. Dari anak-anak hingga kakek-nenek, semua berhadapan dengan masalah. Prinsipnya, setiap jiwa pasti akan berhadapan dengan yang namanya masalah. Bahkan terkadang masalah datangnya tidak satu persatu, tetapi bergerombol. Saya sudah tidak bisa menghitung sudah berapa banyak cobaan yang datang, bahkan baru-baru ini saya mengalaminya kembali, Subhanallah, begitu sayangnya Allah kepada saya. Saya pernah membaca buku yang salah satu kutipannya sebagai berikut “Jika masalah datang, maka persilahkanlah dalam tata krama yang paling baik, bagaikan menjamu seorang tamu.”. Mengapa harus dijamu seperti layaknya seorang tamu?, karena kita harus yakin, cobaan itu datangnya dari Allah & akan kembali kepada-Nya pula, Allah yang akan memberi jalan keluar dan balasan ketika kita sanggup menghadapinya dengan cara yang benar. Tapi, apakah kita pernah berfikir bahwa ketika masalah itu datang, pasti disertai alasan atau sebab. Ini tergantung dari pola pikir atau Mindset yang kita bangun. Coba kita bangun mindset bahwa cobaan datang untuk memberi manfaat kepada kita, untuk membuat kita semakin menjadi pribadi yang lebih baik sebagai manusia, dan sebagai hamba Allah. Sebagai contohnya, ketika ada kemunduran di dalam bisnis seseorang, orang yang biasanya jarang shalat 5 waktu, sekarang malah sholat tepat waktu,shalat Tahajjud dan Dhuha. Ketika seseorang ditimpa kesusahan seolah-olah merasa berada dititik terendah dalam hidupnya, secara naluri mereka pasti mengadu kepada Tuhan. Terkadang manusia menjadi tidak peduli dan menjauh dari Tuhan-Nya. Allah tidak ingin hamba-Nya menjauh, maka Dia mengirimkan masalah dan cobaan kepadanya. Ketika masalah dan cobaan datang, maka Allah kembali diingatnya. Kemudian dia mulai giat dalam beribadah. Sabar dan Shalat adalah obatnya, jadikan Do’a sebagai senjata utama dan dikombinasikan dengan usaha. Insyaallah pasti ada pertolongan. Allah telah menulis janji-janji-Nya “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” QS. Al-Baqarah [2] 153. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” QS. Al-Baqarah [2] 155. “Berdoalah mintalah kepadaKu, niscaya aku kabulkan untukmu”. QS. Al-Mukmin 60. Bersyukurlah bagi kita yang mendapat cobaan, karena tidak semua orang “cukup beruntung” untuk mendapatkan perhatian-NYA. Jadi apakah kita masih mau mengeluh atas cobaan yang kita dapatkan?, Kurangilah mengeluh, kalaupun mengeluh, mengeluhlah kepada Allah dalam do’a Tahjudmu. Karena jika Allah sudah berjanji, mustahil Allah tidak menepatinya, yakinlah !!. Lebih baik kita gunakan waktu untuk instrospeksi diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semoga artikel sederhana ini memberi manfaat 🙂 UJIAN dan cobaan hidup adalah sunatullah yang berlaku kepada siapa saja di dunia ini. Keberadaannya dimaksudkan untuk melihat sejauh mana nilai iman seorang hamba di hadapan Allah Azza wa Jalla. Sepanjang ada kehidupan, ujian akan selalu ada. Hanya waktu, tempat, dan bentuknya yang tidak diketahui. Ia misteri, rahasia yang hanya Allah SWT yang tahu. Sadarilah, hidup adalah ujian yang perlu diperjuangkan. Hidup perlu kesabaran. Dan hidup perlu kewaspadaan. BACA JUGA Ternyata, Semua Nikmat yang Allah Anugerahkan adalah Ujian Kita tidak mungkin menghindar dari ujian. Hadapi setiap ujian yang datang mengiringi setiap langkah dalam menapaki setiap lika-liku kehidupan. Ambil pelajaran dalam setiap ujian yang kita terima. Allah SWT berfirman “Alif Lam mim, apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan kami beriman, dan mereka tidak diuji?” QS. Al-Mulk ayat 1-3. Ayat ini menegaskan siapa saja akan mendapatkan ujian atas keimanan yang sudah ada dalam dirinya. Sebagaimana yang terjadi pada sebahagian penduduk Mekah yang telah memilih Islam sebagai pegangan hidup mereka. Para sahabat yang berada di Madinah menulis surat bahwa kebajikan sahabat yang ada di Mekah tidak akan diterima hingga mereka hijrah. Para sahabat di Mekah pun hijrah. BACA JUGA Kritik atau Pujian, Mana yang Bermanfaat? Namun mereka mampu disusul kaum musyrikin sehingga dibawa lagi kembali ke Mekah. Mendengar kabar ini, para sahabat di Madinah kembali mengirim surat yang menytakan bahwa hijrah dan segala hambatannya adalah ujian keimanan. Dalam hidup, tentu kita dihadapkan antara kebaikan dan keburukan, susah dan senang. Semua berpasang-pasangan. Ini juga dikategorikan sebagai ujian, “Tiap-tiap yang bernyawa itu akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan, sebagai cobaan yang sebenar-benarnya. Dan hanya kepda Kami-lah kamu semua akan dikembalikan,” QS. Al-Anbiya ayat 23. Wallahu a’lam. [] Sumber Jangan Putus Asa/karya Masyhuril Khamis/penerbit Repubilka

kenapa cobaan selalu datang